3 Penyakit yang Sering Terjadi saat Berpuasa

Berpuasa bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus, tetapi dibalik itu semua ada segudang manfaat yang bisa kamu rasakan. Salah satunya adalah mengistirahatkan saluran pencernaan selama kurang lebih 14 jam lamanya. Selama beristirahat, energi tubuh akan lebih terarah dalam memperbaiki jaringan-jaringan yang rusak dan mengeluarkan racun dalam tubuh agar dapat mencegah keracunan dalam darah (toksemia). Selain itu juga, dengan berpuasa kamu dapat lebih cepat membakar lemak jahat di dalam tubuh sebab kamu tidak mengonsumsi makanan dari pagi sampai petang. Namun meskipun puasa membawa dampak baik bagi kesehatan tubuh, kamu juga perllu mewaspadai beberapa penyakit yang bisa saja kamu alami. Tahukah kamu apa saja penyakit yang bisa kamu alami saat berpuasa?

Berpuasa kini sedang dijalani oleh hampir seluruh umat muslim di seluruh dunia selama satu bulan penuh. Berpuasa dilakukan dari pagi hingga petang tanpa mengonsumsi makanan atau minuman. Puasa memang terbukti membawa berbagai manfaat bagi tubuh, tidak heran jika ada beberapa orang yang sengaja memanfaatkan kesempatan ini untuk menurunkan berat badan. Namun ada juga yang sengaja menjadikannya sebagai gaya hidup dan dapat berpuasa lebih dari satu bulan lamanya. Sayangnya, aktivitas puasa biasanya tidak selalu berjalan lancar, beberapa penyakit justru muncul tiba-tiba. Kemunculan penyakit ini biasanya disebabkan oleh tubuh merasa “kaget” dengan perubahan pola makan. Dari biasanya kamu makan 3 kali sehari dan diselingi dengan cemilan, kini kamu hanya mengonsumsi makanan 2 kali dalam sehari, yakni saat berbuka puasa dan sahur.

Makanan yang kamu pilih ketika berbuka puasa dan sahur juga ternyata dapat memicu kemunculan penyakit. Contohnya saja, jika saat berbuka puasa dan sahur kamu cenderung mengonsumsi makanan manis berlebihan. Maka risiko penyakit mulut yang akan kamu alami adalah sakit gigi, gigi berlubang sampai penumpukan plak gigi. Selain dari beberapa penyakit tersebut, ada pula penyakit yang sering terjadi saat kamu berpuasa, diantaranya:

  • Halitosis (Bau Mulut)

Bau mulut merupakan salah satu penyakit yang paling sering dialami oleh semua orang ketika berpuasa. Penyakit dengan nama latin halitosis ini dapat disebabkan oleh makanan berbau tajam, penumpukan karang gigi, gigi berlubang dan penyakit gusi. Aroma bau mulut tiap orang berbeda-beda, tergantung dari permasalahan rongga mulut yang dialami. Jika kamu mengalami peradangan parah dan mengakibatkan infeksi yang disertai dengan keluarnya abses (nanah), maka bau mulut akan berbau busuk. Berbeda halnya jika kamu mengonsumsi makanan berbau menyengat, seperti jengkol atau pete. Maka aroma mulut saat berpuasa akan berbau makanan yang telah kamu konsumsi. Oleh karena itu, ada baiknya kamu harus pilah-pilih makanan ketika berbuka puasa dan sahur.

Sebab makanan yang kamu konsumsi akan menentukan aroma mulutmu di pagi hari. Jangan lupa untuk menyikat gigi dan lakukan flossing atau berkumur menggunakan mouthwash setelah menyikat gigi. Menyikat gigi saja tidak akan cukup untuk mengangkat sisa makanan yang tertinggal sehingga kamu harus berkumur menggunakan mouthwash agar rongga mulutmu dapat bersih secara optimal.

  • Asam Lambung

Asam lambung paling sering terjadi bagi seseorang yang memiliki riwayat penyakit maagh saat berpuasa. Kondisi ini terjadi pada saluran yang menghubungkan mulut dan lambung serta ditandai dengan rasa mual. Naiknya asam lambung dapat disebabkan karena kosongnya perut selama berpuasa atau karena pola makan yang tidak teratur. Belum lagi jika kamu sering melewatkan jam makan sahur, makan terlalu banyak saat berbuka atau langsung tidur setelah makan sahur. Oleh karena itu, untuk menghindari penyakit asam lambung, ada baiknya kamu mengontrol porsi makan ketika berbuka. Makanlah secara perlahan-perlahan agar perut dapat beradaptasi terlebih dahulu setelah kosong seharian. Selain itu juga kamu harus menghindari makanan terlalu pedas atau asam karena akan memicu naiknya asam lambung. Usahakan juga untuk makan sahur walaupun sedikit dan akhiri dengan minum air putih yang cukup untuk memudahkan makanan untuk dicerna.

  • Sakit Kepala

Beberapa orang mengalami sakit kepala saat berpuasa, entah karena faktor aktvitas yang banyak atau karena tubuh yang mengalami dehidrasi parah. Selama kamu berpuasa, tekanan darah mengalami penurunan karena tubuh tidak mendapatkan asupan gula dari makanan. Akibatnya, tubuh menggunakan cadangan gula yang tersisa di dalam tubuh agar tubuh tidak cepat lemas saat berpuasa. Namun pada saat itu juga otak membutuhkan nutrisi sehingga memicu sakit kepala. Cara yang bisa kamu lakukan untuk menghindari sakit kepala saat berpuasa adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi ketika berbuka dan sahur. Tujuannya adalah agar cadangan energi beserta nustrisi bagi otak dapat terpenuhi selama seharian penuh. Usahakan untuk cukup istirahat, minimal 7-8 jam tidur.  

Meskipun beberapa penyakit di atas dapat terjadi ketika kamu berpuasa, kamu tetap bisa mencegahnya dengan menyikat gigi dan berkumur menggunakan mouthwash selama 2 menit, 2 kali sehari sebelum tidur dan setelah sahur. Cara ini jauh lebih efektif untuk menghindarimu dari berbagai permasalahan gigi dan mulut ketika berpuasa. Kamu juga harus bisa mengonsumsi makanan bergizi tinggi agar tubuh tak kekurangan nutrisi. Nutrisi tubuh bukan hanya untuk mengisi energi, melainkan juga untuk menjaga sistem kekebalan tubuh agar tak mudah terserang berbagai jenis penyakit. Apalagi di kondisi seperti sekarang ini, sistem kekebalan tubuh seseorang dituntut harus tetap baik agar tak terinfeksi penyakit berbahaya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *