Periodontal

Gigi dan jaringan periodontal merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan memiliki hubungan yang erat sehingga jika terjadi kelainan pada salah satu bagian akan berakibat pada bagian lainnya.

Jaringan periodontal adalah jaringan penyangga gigi. Plak bakteri merupakan penyebab utama terjadinya penyakit radang gusi (gingivitis) dan lama-kelamaan menjadi penyakit periodontal (periodontitis). Biasanya radang gusi dikaitkan dengan gusi mudah berdarah, namun terlebih dari itu, radang gusi (gingivitis) apabila tidak dirawat dapat berkembang menjadi periodontitis yang ditandai dengan adanya kerusakan tulang sehingga gigi menjadi goyang dan lama-kelamaan tanggal (copot).

proses_penyakit_periodontitis
Proses Penyakit Periodontitis

Bagaimana solusinya? CEGAHLAH GINGIVITIS SEJAK DINI. Buktikan manfaat DENTOVA dengan menyikat gigi 2 kali sehari selama seminggu, pada pagi dan malam hari. Biarkan pasta gigi selama 2 menit di dalam mulut dan barulah dikumur. Anda akan merasakan manfaat DENTOVA karena rasa ngilu pada gigi akan berkurang, pendarahan pada gusi akibat gingivitisperiodontitis akan berhenti dan luka sariawan/luka-luka lain dalam rongga mulut akan cepat sembuh.

DentovaBrochure_front
Improved DENTOVA

Pasta Gigi DENTOVA diformulasikan khusus untuk perawatan gigi, gusi dan mukosa rongga mulut, dengan memiliki formulasi aktif:

Calcium Carbonate
Efektif mencegah pertumbuhan plak.

Sodium Monofluorophophate atau Fluoride
Dapat melapisi dentin yang terbuka akibat karies gigi (gigi berlubang) dan penyikatan gigi yang salah sehingga dapat menghilangkan rasa ngilu pada gigi.

Allantoin
Merangsang pertumbuhan jaringan baru sehingga dapat mempercepat perbaikan luka sariawan maupun luka-luka di dalam rongga mulut. Selain itu dapat mempercepat perbaikan luka di lapisan epitel celah gusi akibat gingivitisperiodontitis serta menghentikan pendarahan pada gusi.

Sodium Benzoate
Efektif menghambat pembentukan kalkulus (karang gigi).

Menurut data dari WHO’s Global Oral Data Bank, penyakit periodontal merupakan penyakit endemik dengan tingkat penyebaran yang tergolong tinggi di negara-negara berkembang dan negara maju, di atas 70% pada usia dewasa dan tersebar di seluruh dunia tanpa mengenal tingkat sosial, jenis kelamin, usia, dan pendidikan.